“Karya baik menurut gue adalah yang bisa me-represent tanpa harus ngajarin”
Memahami kalimat di
atas, saya mendapat kesimpulan bahwa bisa saja sebagian orang ingin mengajari
suatu hal kepada orang lain tanpa lewat ‘pengajaran’ yang langsung. Sehingga si
penerima pelajran harus bisa menangkap pelajaran itu secara mandiri, dia harus
cermat melihatnya, mengambil sesuatu yang berharga dari sebuah kejadian.
Dengan metode sepeti
ini bisa saja hal yang dipelajari maknanya atau pemahamannya bisa menjadi lebih luas dari pengajaran secara
langsung.
Contohnya, perdebatan
netizen di internet itu memang menjengkelkan, ditambah suka memanjang seakan
gak ada habisnya. Hal ini biasa bermula dari saling kurang respect antara yang
satu dengan yang lain.
Bila posisi mu
sebagai pihak ke-3, yang gak ikut dalam perdebatan tiada ujung itu, kamu bisa
perhatikan apa yang menyebabkan itu kejadian. Perbedaan pendapat dan pemikiran
setiap orang itu secara natural pasti berbeda, namun perbedaan tak semestinya
membawa pertikaian, yang tadinya harusnya saling share opini atau pendapat tapi
malah menjadi ajang caci maki.
Yang suka membuat
debat memanjang dan tidak kondusif adalah mereka yang kurang respect dan nampak
meremehkan pendapat orang lain. Jadi lain waktu bila kamu saling mengutarakan
pendapat di sosmed atau kontak langsung, pastikan tidak melakukan hal diatas.
Balik lagi ke
ungkapan diatas ‘karya yang baik adalah yang bisa me-represent tanpa harus
ngajarin’. Karya, kata ini bisa lo jadikan sebagai metafora sehingga
bisa kita ambil makna yang lebih luas lagi. Kalau tadi gue artiin karya itu
sebagai suatu ‘kejadian’ , yap sebuah karya dari tingkah laku manusia
ketika mereka kontak dengan manusia lainnya.
So, pastiin lo
termasuk gue terus mengasah indra kita biar lebih cermat lagi buat mengambil
dari setiap kejadian disekitar kita, yang bikin haru, yang bikin kesel , marah,
iba, dari sekedar obrolan bersama teman ditemani kopi dan dari apapun itu. Bila
kita dapat mengambil pelajran dari suramnya beberapa momen yang pernah lo
lalui, rasanya seperti mendapatkan emas dibalik pekatnya lumpur.
