Diantara Addicted to Prngrphy dan Menganggur
Setelah 7 bulan dari bekerja secara formal terakhir saya, dan kebetulan di bulan ke 7 ini saya masih mengaggur atau serabutan. Dibulan sebelum-sebelumnya memang ada produktifitas yang cukup bahkan bisa dibilang padat, namun sekarang mulai berkurang jadi kurang produktif.
Ada hal penting yang ingin saya
tulis disini, yaitu perasaan ‘kosong’ atau ‘flat’ diakhir-akhir ini.
Dulu ketika masih sekolah ada
perasaan yang begitu menggembirakan dalam hati, yaitu ketika masuk hari Sabtu.
Ya... Sabtu bukan Minggu. Karena di hari Sabtu kita mengetahui bahwa hari esok
adalah libur saya bisa beristirahat atau main semau saya, maka di hari ini
(Sabtunya) saya mau main sampai cape banget sekalipun tak masalah. Toh besok
istirahat. Namun di hari Minggu akan ingat selalu bahwa esok harus masuk
sekolah... lagi.
Nah perasaan gembira atau excitment di hari
Sabtu itulah yang sekarang hilang dari saya, waktu hanya terasa jam ke jam,
hari ke hari, minggu ke minggu dst. Saya bukan orang pemalas *serius guys,
hanya saja yg saya jalankan tak lebih dari rutinitas sehari-hari saja.
Mungkin perasaan ini bisa disebut
juga hilang motivasi, kaburnya tujuan atau goals, saya tak benar-benar ngerasa
nge-push kemampuan saya semaksimal mungkin. Atau sekalinya nge-push terasa
pusing sekali ketika menumakn kesulitan.
*Teringat 1
Tekad untuk pergi dari kecanduan prngrphy
telah membawa saya ke berbagai video edukasi tentang itu, dan berdasar pada
pengalamn saya beberapa memang ada yg relate. Disalah satu edukasi tsb ada yg
menyebutkan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi itu akan menghilangkan motivasi dalam
menggapai tujuan *..ih ngeriiii. Tapi waktu itu saya gak merasa demikian saya
masih periang yg seperti biasa.
Dan sekarang kalau saya coba
sangkut pautkan, ada juga benang merahnya kesana. So sebagai catatan buat diri
saya sendiri dan mungkin kalau ada orang lain yang baca ini, efek itu beneran
guys. Kalau gk salah divideo edukasi itu ada binatang percobaan juga buat membuktikan
ini, tikus seingat saya.
Saya kasih ringkasnya, tikus itu
mengalami lonjakan dopamin yang sangat sering, sehingga untuk makan saja ia
disodorkan makanan itu kedekat dia. Dan dia tidak mau mengambil makanannya
sendiri meskipun itu dekat.
Jadi begitulah, goalsnya ada
(makanan) Cuma motivasi buat meraihnya sudah hilang. Kalau dikasih ya diambil
juga. Seperti pemalasan, mungkin lebih buruk.
*Teringat 2
Saya mulai terbiasa hidup menganggur, bergerak kalau mau
saja, sampai sekarang uang saya masih cukup buat beberpa bulan kedepan kalau
tidak dipakai buat yg gak perlu *pikir saya.
Namun ini buruk saya sama saja kehilangan goals dan
motivasi, saya lupa kenapa saya resign, saya lupa atau tak berusaha
sungguh-sungguh mengejar apa yg saya inginkan.
Saya terlalu nyaman dengan keadaan biasa ini. Ah...
Maka lewat tulisan ini saya tunjukan saya mulai membangun kembali motivasi dan priduktivitas hidup saya Hahahhah...................
*Sekian.
Eh saya baru ingat satu lagi, “yang bisa membunuh produktivitas”
kalau tidak hati-hati, apa itu? SOSMED.
.jpg)
.jpg)